Senin, 17 November 2014

Orang Kudus 17 November: St. Gregorius Tours

SANTO GREGORIUS TOURS, USKUP & PENGAKU IMAN
Gregorius lahir di Auvergne, Perancis, pada tahun 538, dan meninggal dunia di Tours pada tahun 594. Ia terkenal sebagai seorang uskup abad VI sekaligus penulis dan sejarahwan kenamaan yang memperkaya kasanah budaya di Tours. Dengan berbagai usahanya ia berhasil mengembangkan kota itu menjadi salah satu pusat kekristenan di Perancis Tengah. Keluarganya yang campuran Perancis – Roma itu menempatkan banyak anggotanya dalam kedudukan-kedudukan terhormat di dalam masyarakat dan di dalam Gereja. Namanya sejak kecil ialah Gregorius Florentius; nama Gregorius dikenakannya sebagai kenangan akan seorang neneknya yang menjadi uskup di Langers.

Sepeninggal Euphronius, saudara sepupunya pada tahun 573, Gregorius menggantikan dia sebagai Uskup Tours. Sebagai uskup kota itu, Gregorius adalah petinggi Gereja yang paling penting, yang harus menghadapi bangsa Frank, yang mengusai wilayah itu termasuk Tours. Konsepnya tentang Gereja sebagai suatu kekuatan politik dan kebudayaan mengawetkan sistem depostisme dan sikap tak bertanggung jawab dari kebanyakan Pangeran Frank.

Bukunya “De Cursibus Eccdesiasticis” ditulis untuk menyanggupkan kaum rohaniwan – dengan dasar-dasar astronomi – mengenal waktu dengan mengamati bintang-bintang. Studi ini menolong mereka dalam hal pengaturan waktu terutama dalam kaitan dengan kewajiban-kewajiban membaca dan berdoa pada malam hari. Gaya penulisannya sangat sederhana; ia dengan tangkas menghindari uraian-uraian yang fantastis yang menandai hampir semua karya ilmu pengetahun pada masa itu. Kecuali itu, ia juga menulis tentang riwayat hidup Santo Martinus dari Tours (315 – 399) dan Santo Yulianus dari Brioude, yang hidup pada abad III, dan menyusun satu koleksi karya para orang kudus dan martir Perancis.

Karyanya yang terbesar ialah 10 buah buku Sejarah Bangsa Perancis. Dua buku pertama berkenaan dengan peristiwa dari penciptaan sampai tahun 511. Buku ketiga dan keempat mengurai secara ringkas sejarah Kerajaan Frank sampai tahun 573. Sedangkan enam buku berikutnya merupakan suatu kumpulan kronik tentang peristiwa-peristiwa dari tahun 573 – tahun dimana Gregorius menjadi uskup – sampai tahun 591.

Gregorius lebih menonjol sebagai seorang pencerita dengan gaya bahasa yang hidup daripada seorang sejarahwan obyektif. Ia memberikan suatu gambaran yang hidup tentang keadaan suatu masyarakat, dengan lebih memberi tekanan kuat pada hal-hal yang menakjubkan dari suatu peristiwa yang diuraikannya. Kemampuannya yang paling menonjol terlihat di dalam kemampuan melukiskan perangai tokoh-tokoh yang berperan di dalam suatu peristiwa. Kisahnya tentang peristiwa permandian Raja Clvis dan pengikut-pengikutnya pada tahun 496 adalah sebuah cerita klasik yang sangat menarik. Tokoh-tokoh dinasti Meroving dari Perancia, seperti Clotaire I, Chilperic I, Guntram, Ratu Fredegund, dan anggota-anggota lainnya, digambarkan dengan begitu hidup dibarengi suatu pemahaman yang tinggi.

Seperti sejarahwan-sejarahwan lainnya, cerita-ceritanya mempunyai akurasi dan daya tarik yang tinggi seolah-olah dia sendiri mengalaminya. Cerita merupakan suatu kekayaan abad VI dalam bidang sejah politik dan sosial. Buku Sejarah Bangsa Perancis yang ditulisnya dipakai oleh Santo Bede, Paul Deacon dan sejarawan lainnya dari abad VII dan VIII. Buku itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi sebagai satu sumber informasi primer tentang Zaman Meroving dari Sejarah Perancis. Tanpa buku itu asal-usul monarki itu tak dikenal oleh ahli-ahli zaman sekarang

sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar