Sabtu, 23 Mei 2015

Orang Kudus 23 Mei: Yohanes Baptista Rossi

SANTO YOHANES BAPTISTA ROSSI, PENGAKU IMAN
Yohanes bukanlah seorang pembina tarekat religius, atau pembaharu tata tertib Gerejawi, atau pun seorang biarawan. Beliau adalah seorang imam diosesan. Hidupnya sederhana, namun penuh kasih sayang kepada umatnya. Ia setia mendampingi umatnya yang berada dalam berbagai kesulitan. Di tempat pengakuan, ia dengan penuh kasih memberkati setiap peniten yang datang memohon pengampunan Allah atas dosa-dosanya.
Yohanes Baptista di Rossi lahir di Vortiaggio, dekat Genoa, Italia, pada tahun 1698. Keinginannya untuk menjadi imam sudah bergejolak dalam batinnya semenjak ia menamatkan studinya di sekolah dasar. Oleh pamannya, Laurensius Rossi, seorang Kanonik di Roma, ia dipanggil ke kota abadi itu untuk melanjutkan studinya. Pada usia 23 tahun, yakni pada tahun 1721, dia ditahbiskan menjadi imam. Tak lama kemudian ia diangkat menjadi imam kanonik di Gereja, anggota Dewan Imam yang disebut Kapitel. Ia bertugas merayakan upacara-upacara liturgi secara meriah dan mulia, serta bersama-sama mendoakan doa offisi suci setiap hari.
Yohanes memulai karya imamatnya dengan melayani orang-orang miskin dan sakit di Roma. Ia juga berkarya di antara orang-orang tak berumah. Untuk itu ia mendirikan sebuah rumah penginapan di bawah perlindungan Santo Aloysius Gonzaga, karena kesibukan-kesibukannya melayani umat yang sedemikian banyak datang untuk mengakukan dosanya, Bapa Paus Klemens XII (1730 – 1740) dan Paus Benediktus XIV (1740 – 1758) membebaskan dia dari kewajiban mendoakan offisi suci agar dia dapat memusatkan perhatiannya hanya untuk menerima pengakuan dosa umat dan memberi bimbingan rohani. Atas permohonan Paus Benediktus, Yohanes memulai satu kurban bimbingan untuk para pegawai penjara dan pegawai pemerintah lainnya. Ia juga terkenal sebagai seorang imam pengkotbah yang disenangi oleh umat.
Selama 25 tahun Yohanes bekerja menolong jiwa-jiwa dan menghantar mereka kembali ke pangkuan Yesus. Ia meninggal dunia pada 23 Mei 1764. Ia digelari ‘kudus’ pada tahun 1881.
sumber: Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus 23 Mei:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar