Kamis, 03 Desember 2015

Cara Ajari Anak Bahaya Pornografi

ANAK, ORANGTUA & BAHAYA PORNOGRAFI
Manusia masa kini hampir tak bisa dipisahkan dari internet. Bahkan anak kecil pun sudah terbiasa berselancar di dunia maya dengan bantuan alat bernama gadget. Kehadiran internet bukan hanya memudahkan orang untuk mengakses informasi, tetapi juga mendatangkan bahaya pada akses konten pornografi.
Riset internasional memperkirakan jumlah anak remaja yang mengakses konten pornografi bervariasi dari 43% hingga 99%. Jelas ini merupakan jumlah yang tidak sedikit; dan ini sangat memprihatinkan. Paparan pada pornografi online biasanya dimulai pada usia 11 tahun dan akan semakin sering seiring bertambahnya usia.
Penelitian menunjukkan remaja yang mengakses pornografi online mempunyai pemikiran yang tidak realistis terhadap aktivitas seksual dan hubungan. Mereka cenderung lebih menerima stereotip peran gender, serta memiliki sikap yang santai dan permisif terhadap seks.
Namun di sini lain, mereka tidak punya pemahaman yang mumpuni tentang pentingnya kesepakatan, kesenangan, kesehatan atau keamanan dalam melakukan hubungan seksual. Sebaiknya orangtua lebih terbuka dan mau berdiskusi dengan anak-anak mereka tentang pornografi dan bahayanya. Bekali juga anak tentang pendidikan seks dan kesehatan alat reproduksi sesuai usianya.
Penelitian menunjukkan, anak-anak yang menerima pendidikan seks sejak usia dini akan lebih mungkin untuk:
1.    Memahami dan menerima perubahan fisik dan emosional
2.    Berpikir positif tentang tubuh mereka
3.    Menghargai dan menerima perbedaan individu
4.    Merasa nyaman dengan diri sendiri dan gendernya
5.    Mampu mengkomunikasikan masalah seks
6.    Mengerti perbuatan yang pantas dan tidak pantas
7.    Mereka juga jarang menjadi korban pelecehan seksual
Meskipun seks sudah menjadi hal yang normal untuk orang dewasa, namun penting untuk menjelaskan hal ini kepada anak-anak. Diskusikan nilai dan norma yang berlaku di dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah memberi penjelasan bahwa setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengekspresikan seksualitas mereka yang mungkin bertentangan dengan nilai, norma dan kepercayaan yang dianut.
Anak yang berusia 7 atau 8 tahun belum memahami betul tentang pornografi. Cara tepat untuk memberi penjelasan tentang hal tersebut adalah memahami pentingnya bagian tubuh yang harus dilindungi. Tidak perlu terlalu detail dalam memberikan pemahaman; cukup katakan seks adalah kegiatan orang dewasa yang sudah menikah.
Jika mereka punya pertanyaan seputar seks, jangan abaikan. Jawablah dengan singkat, jujur dan terbuka serta gunakan bahasa yang tepat untuk menyebutkan bagian tubuh. Tak ada salahnya bila orangtua memantau penggunaan media elektronik dan internet untuk mengetahui apa yang mereka akses. Tetapi pastikan anak tahu bahwa orangtua siap berbicara jika ada yang ingin diketahui.
Berdiskusi tentang pornografi dan seks akan lebih mudah jika anak sudah beranjak dewasa dan secara alami mereka sudah memiliki ketertarikan untuk membahas hal tersebut sehingga lebih terbuka tentang hubungan seks dan identitas seks di media.
Jika mendapati anak sedang melihat konten pornografi, jangan langsung marah. Bicara dan tanyakan baik-baik apa yang mereka lihat. Pada saat orangtua mampu menanggapi rasa ingin tahu anak tentang seks dan pornografi, mereka membantu para remaja untuk lebih memahami tentang keamanan dan pentingnya kesehatan seksual mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar