Minggu, 07 Februari 2016

Orang Kudus 7 Februari: St. Pius IX

BEATO PIUS IX, PAUS & PENGAKU IMAN
Terlahir sebagai Giovanni Maria Mastai-Ferretti, Pius IX adalah Paus ke-225 Gereja Katolik, yang menjadi Paus pada tahun 1846 – 1878. Giovanni lahir pada 13 Mei 1792 di Senigallia, Italia. Ia adalah putera dari Geronamo Ferretti dan Caterina Solazzi, yang berasal dari keluarga bangsawan. Sejak tahun 1802 – 1809 ia belajar di kolose Piarist di Volterra. Setelah itu ia pergi ke Roma untuk belajar filsafat dan teologi, tetapi ia harus meninggalkan pendidikannya pada tahun 1810 karena masalah politik.
Pada tahun 1814 Giovanni kembali ke Roma dan mendaftarkan diri dalam apasukan penjaga Paus, tetapi ditolak karena sejak kecil ia menderita epilepsi. Giovanni kemudian melanjutkan belajar teologi di seminari Romawi pada tahun 1814 – 1818, dan selama itu juga penyakit epilepsinya hilang. Pada 10 April 1819 ia ditahbiskan sebagai imam di Roma. Paus Pius VII menunjuknya sebagai pembimbing spiritual sebuah panti asuhan yang dikenal dengan nama Tata Giovanni.
Giovanni dikirim sebagai auditor bagi delegasi kapausan Mgr. Muzzi di Chilli pada tahun 1823. Ia kembali pada tahun 1825 dan menjadi Kanon di Gereja St. Maria di Via Lata, Roma. Paus Leo XII menunjuknya sebagai direktur rumah sakit San Michele. Giovanni kemudian diangkat sebagai Uskup Agung Spoleto pada 21 Mei 1827 oleh Paus Leo XII.
Pada 17 Februari 1832 Paus Gregorius XVI memindahkannya ke Keuskupan Agung Imola, dan pada 14 Desember 1840 ia diangkat sebagai Kardinal. Ketika Paus Gregorius XVI meninggal pada tahun 1846, para cardinal memilih Giovanni sebagai penggantinya. Giovanni kemudian mengambil nama Pius IX pada 16 Juni 1846.
Tindakan politis pertama yang dilakukan Paus Pius IX adalah memberikan amnesty kepada para tahanan politik dalam Negara Kepausan. Dalam pemerintahannya, Paus Pius IX juga mendukung beberapa reformasi dalam Negara Kepausan, tetapi Negara Kepausan harus kehilangan kekuasaannya pada tahun 1870 – 1871, karena politik unifikasi dari Kerajaan Italia. Paus Pius IX adalah Puas terakhir yang menjadi pemimpin Negara Kepausan.
Dalam hal Gereja, Paus Pius IX adalah penentang kesalahan liberalism. Melalui ensiklik Quantra Cura, ia mengutuk 16 kesalahan zaman. Dan melalui ensiklik Syllabus Errorum, ia juga mengutuk 80 pendapat sesat, terkait dengan Panteisme, Naturalisme, Rasionalisme, Indifferentisme, Sosialisme, Komunisme, Freemansonary, dan pandangan liberal lainnya. Pada 8 Desember 1854 Paus Pius IX memaklumkan dogma St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Tak lama kemudian, Bunda Maria menampakkan diri kepada St. Bernadetta Soubiour di Lourdes. Penampakan ini seakan mengamini dogma yang dikeluarkan Paus Pius IX.
Paus Pius IX juga mengangkat devosi kepada Hati Kudus dan menaikkan peringatannya menjadi Hari Raya, untuk dirayakan di seluruh dunia. Pada 29 Juni 1869 Paus Pius IX mengeluarkan bulla Kepausan Aeterni Patris, yang memanggil 700 uskup pada 8 Desember 1869 untuk menghadiri Konsili Vatikan I. pada 18 Juli 1870 konsili merumuskan dogma infabilitas Paus, atau pernyataan bahwa Paus dalam hal ajaran iman dan moral tidak dapat sesat, walaupun dalam kehidupan sehari-harinya Paus masih dapat berbuat dosa. Konsili juga memutuskan berbagai hal termasuk mendukung keputusan Konsili Trente tentang penggunaan Kitab Suci yang tidak lengkap.
Paus Pius IX meninggal dunia pada 7 Februari 1878 di Vatikan. Ia merupakan Paus kedua yang menjadi Paus yang menjabat terlama setelah Paus pertama, yaitu St. Petrus. Proses kanonisasi terhadap Paus Pius IX merupakan yang terlama dan tersulit dalam sejarah Gereja. Pada 3 September 2000 ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar